07/05/2026
﷽
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
┏ □■□ ━━━━━━━
AMALAN-AMALAN YANG PALING DICINTAI ALLAH
┗━━━━━━━━━━ ○○●
Pembaca yang budiman, dahulu di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia bertanya: Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau mas**an ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya, maka Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka” (HR. Ath-Thabrani 6/139, dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, 2/575).
⚉ Jadilah orang yang bermanfaat
Subhanallah… di sini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya siapa orang yang paling dicintai oleh Allah, ternyata ia adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan agar kita gemar memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sebaliknya, yaitu menjadikan agar bagaimana orang lain bermanfaat buat kita. Tapi yang hendaknya kita pikirkan adalah bagaimana agar kita bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR. Bukhari no. 1429, Muslim no. 1033).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan kepada umatnya agar memiliki jiwa yang gemar memberi manfaat dan tidak bersandar kepada orang lain. Oleh karena itu juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Bersemangatlah kalian kepada apa yang bermanfaat bagi kalian, mintalah pertolongan Allah dan jangan malas” (HR. Bukhari no. 3591, Muslim no. 2664). Seorang mukmin selalu memikirkan bagaimana agar hidupnya bermanfaat.
Orang yang punya kelebihan harta, ia berpikir bagaimana memberi manfaat dengan harta saya. Siapa yang memiliki kelebihan ilmu, ia berpikir bagaimana ilmunya bisa memberi manfaat kepada manusia. Siapa yang memiliki tenaga ia berpikir bagaimana agar tenaganya bisa bermanfaat kepada manusia. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Engkau membantu seseorang menaikan barang ke atas kendaraannya, itu adalah sedekah” (HR. Muslim no. 1009). Demikianlah Islam menganjurkan umatnya agar menjadi orang yang bermanfaat.
⚉ Senangkan hati saudaramu
Lalu dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau mas**an ke hati saudaramu”.
Subhaanallah… ketika seseorang melihat saudaranya sedang bersedih hati hendaknya ia berusaha gembirakan hatinya. Atau ia melihat temannya sedang sakit, hendaknya ia hibur hatinya agar bisa semakin sabar dengan sakitnya tersebut. Itu amalan yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam riwayat At Tirmidzi juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan salah satu kesulitan seorang mukmin, maka Allah kelak akan hilangkan salah satu kesulitannya pada hari kiamat”. Siapa di antara kita yang tidak ingin dihilangkan kesulitannya di hari kiamat? Karena kesulitan di hari kiamat lebih dahsyat dan lebih keras. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia berkata: “Kapankah hari kiamat itu (terjadi)?” Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: “Ke manakah tempat melarikan diri?” Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!” (QS. Al-Qiyamah: 7-11).
Ia juga berfirman (yang artinya), “Apabila datang suara yang memekakkan pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya” (QS. ‘Abasa: 33-37).
⚉ Beri makan orang yang kelaparan
Kemudian kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “.. atau engkau hilangkan kelaparannya”. Seorang mukmin jangan sampai membiarkan tetangganya kelaparan atau saudaranya sesama Muslim lain kelaparan. Terkadang karena sikap acuh tak acuh, banyak orang kaya yang tidak peduli bahwa di kampung-kampung banyak kaum mukminin yang kelaparan. Akhirnya apa yang terjadi? Mereka menjadi korban-korban yang empuk bagi kristenisasi. Akhirnya mereka pun menggadaikan aqidahnya demi mendapat sesuap nasi. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan bahwa menghilangkan kelaparan dari seorang Muslim itu amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
⚉ Bantulah orang yang terbelit hutang
Kemudian kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam amalan yang dicintai Allah selanjutnya, “.. atau engkau membayarkan hutang untuknya”.
Dahulu, ada seorang laki-laki yang s**a berbaik hati memberikan hutangan kepada orang lain. Kemudian ia berkata kepada pelayannya, “Wahai pelayan coba kamu lihat, adakah diantara mereka yang sulit membayar hutang? Jika ada bebaskan saja hutangnya”. Maka kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tentang lelaki ini, pada hari kiamat Allah akan berkata kepadanya, “Aku lebih berhak kepadanya dari engkau, wahai Malaikat bebaskan ia dari api neraka” (HR. Muslim no. 1560).
Demikianlah, ketika seseorang membebaskan saudaranya dari hutang, Allah akan bebaskan ia dari adzab api neraka pada hari kiamat.
⚉ Membantu orang lain, besar pahalanya!
Lalu kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tentang amalan yang dicintai Allah, “… Aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya”.
Siapa yang di antara kita yang pernah i’tikaf di masjid Nabawi sebulan lamanya? Mungkin tidak ada. Ternyata kita berjalan bersama saudara kita yang kesusahan untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih besar pahalanya dari i’tikaf di masjid Nabawi. Padahal kata para ulama, i’tikaf yang paling utama di antaranya di masjid Nabawi. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram” (HR. Bukhari-Muslim).
Subhaanallah! Itu menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan kita agar jangan egois, mengajarkan kepada kita sikap dermawan dan berjiwa sosial serta selalu memperhatikan keadaan saudara kita.
⚉ Tahan amarahmu
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan, “…siapa yang menahan marahnya, maka Allah akan tutupi auratnya”.
Karena amarah seringkali menimbulkan perbuatan dan perkataan yang tidak terkontrol, sehingga menjatuhkan martabat pelakunya. Lalu beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat”. Seorang raja yang marah kepada bawahannya padahal ia mampu untuk melakukannya, atau seorang ayah yang marah kepada anaknya padahal ia mampu untuk melakukannya, maka Allah akan panggil dia di hari kiamat dan Allah akan pilihkan bagi dia bidadari-bidadari surga ia inginkan.
⚉ Keutamaan membantu orang lain hingga tuntas
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang amalan yang dicintai Allah, “Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka”, yaitu ketika melewati jembatan shirath di akhirat, banyak kaki yang tergelincir dan terpeleset ke dalam api neraka. Sehingga orang yang berjalan bersama saudaranya, membantunya sampai memenuhi kebutuhannya, Allah akan kokohkan kakinya melewati jembatan shirath tersebut sehingga ia tidak tergelincir.
Saudaraku, sungguh ini petuah-petuah yang bermanfaat bagi kita semua, wahai saudaraku. Semoga kita termasuk orang yang mampu melaksanakan petuah-petuah yang ada dalam hadits ini sehingga menjadi orang yang paling bermanfaat bagi manusia dan orang yang paling dicintai oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
***
Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.
--------------
AMALAN YANG MERINGANKAN PERKARA AKHIRAT
Ada Beberapa amalan yang memperingan akhirat yang seharusnya kita berfikir sungguh sungguh untuk melaksanakannya..
Toh hidup didunia hanya sementara..
Ingatlah orang yang akrab dengan anda…namun ia telah wafat..
Mungkin dalam benak kita pasti terfikir bahwa kelak pasti aku seperti dia..
Entah esok, lusa, atau beberapa waktu kemudian..
Tapi itu pasti terjadi..
Maka ketika kita mendapat rizqi dari harta dan jiwa.. Marilah berfikir untuk akhirat..
Sebuah hadits yang terlihat ringan.. Namun ia mengingatkan kita bahwa kita butuh akan rahmat Allah dan amalan kita…dikampung akhirat..
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيه » .
Dari Abu Hurairah juga, dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa melepaskan dari seorang mukmin satu beban dari
beban-beban dunia, maka Allah melepaskan darinya satu beban dari beban-beban akhirat. Barangsiapa memberi kelonggaran orang yang kesulitan (membayar hutang), maka Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba sebagaimana hamba itu menolong saudaranya.”
(Shahih Muslim 2699).
Semoga renungan ini akan bermanfaat bagi diri yang selalu butuh kepada Allah.
---------------
MEMBANTU ORANG LAIN KARENA BERHARAP AKAN DIBANTU NANTINYA, PASTI ADA KECEWA DAN SAKIT HATINYA
Islam senantiasa mendorong agar kita berbuat baik kepada sesama manusia, menolongnya jika ia membutuhkan, membantunya jika ia dalam kesempitan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَاللهُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan (utang), maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Siapa saja yang menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya sebagaimana ia menolong saudaraya.” (HR. Muslim, no. 2699)
Allah sendiri yang menjanjikan bahwa orang yang s**a menolong orang lain maka Allah akan membalas menolongnya dan akan memudahkan kehidupannya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, seorang mukmin berusaha untuk melandasi setiap pertolongan yang ia berikan dengan mengharap balasan hanya dari Allah.
Membantu manusia dengan harapan balasan dari manusia hanya akan mendatangkan kekecewaan dan sakit hati, karena boleh jadi dia membalas lalu tidak sesuai dengan harapan kita atau boleh jadi dia tidak membalas sama sekali.
Ambillah teladan dari para Nabi ‘alahimussalam yang berdakwah kepada kaumnya tanpa mengharapkan imbalan apapun, melainkan ikhlas hanya mengharap wajah Allah Ta’ala. Allah berfirman tentang perkataan Nabi Nuh,
وَيٰقَوْمِ لَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًاۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ
“Wahai kaumku, aku tidak meminta kepadamu harta (sedikit pun sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah.” (QS Huud: 29)
Respon yang semisal kita jumpai pada Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Luth, dan Nabi Syu’aib. Allah berfirman tentang perkataan mereka,
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
“Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.” (QS Asy-Syu’ara: 127, 145, 164, 180)
Seorang mukmin yang membantu orang lain lantas tidak mendapat balasan dari mereka, tidak akan merasa kecewa dan sakit hati, karena dia yakin dengan janji Allah. Dia sadar bahwa balasan manusia itu hanya sedikit, adapun balasan dari Allah itu besar.
➡ CC : rully
___________________
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran. (QS. Al Ashr: 1-3). Bagi yg ingin menyalurkan bantuan zakat, infaq, sedekah dan Jum'at berkah :
➡️ Bank BCA no.rek 8735650455
➡️ DANA : 082290502735
Please f0l10w like comment and share sebagai bentuk amal jariyah berpartisipasi menyebar kebaikan 🙏
📝 AMAL jariyah
Pengikut Sunnah berat semua orang Sorotan