Raka Habib Sang Supporter

Raka Habib Sang Supporter bagi yang ingin bersilaturahim dengan admin (inbox,wall,sharing) bisa add atau ikuti di :
https://www.facebook.com/raka.habib.9

Ronaldo yang Asli adalah Ronaldo de LimaReporter: Arlian Buana19 September 2016   tirto.id - Pada suatu masa, jauh s...
12/08/2017

Ronaldo yang Asli adalah Ronaldo de Lima
Reporter: Arlian Buana
19 September 2016
   
tirto.id - Pada suatu masa, jauh sebelum jambul khatulistiwa Syahrini menjadi beken, Indonesia, bahkan dunia, pernah kena demam jambul Ronaldo. Nama terakhir yang dimaksud bukan Ronaldo yang sengak yang senantiasa menjadi bayang-bayang Lionel Messi dan yang Cristiano itu, melainkan Ronaldo Luís Nazário de Lima. Sang Fenomena.
Demam itu terjadi setelah Piala Dunia 2002, Piala Dunia pertama di Asia yang berlangsung di dua negara: Jepang dan Korea Selatan. Di perhelatan akbar empat tahunan itu, dengan rambut kuncung, Ronaldo tampil luar biasa, mencetak delapan gol dan mengantarkan negaranya, Brasil, mengangkat trofi teragung sepak bola untuk kelima kalinya. Catatan sejarah yang akan dibaca orang sampai kiamat.
Demam itu berlangsung cukup lama. Gaya rambut Ronaldo diikuti banyak selebritas dunia, para penggemarnya, para pendukung Selecao, dan orang-orang yang merasa perlu merayakan. Bahkan di sini, sejak Desember 2002, rumah produksi Multivison menggarap sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten: Tokoh utamanya seorang cewek tomboi bernama Rohaye, diperankan oleh mendiang Sukma Ayu, hobi main bola dan mencukur gundul kepalanya menyisakan hanya sejambak rambut hitam di atas dahi, meniru gaya Ronaldo. Sekali lagi Ronaldo yang asli, yang juara dunia itu, bukan Cristiano yang songong.
Kecil-Kecil Jadi Manten ditayangkan di RCTI hingga Mei 2004.
Tapi bukan itu yang membuat Ronaldo, yang hari ini berulang tahun keempat puluh, menjadi Il Fenomeno. Ia menjadi Sang Fenomena karena kemampuan bermain bola yang belum pernah ditunjukkan para pendahulunya. Tidak Pele, tidak Gerd Muller, tidak p**a Maradona. Ia cepat, kuat, punya postur tinggi besar, sekaligus juga superlincah. Ia predator yang ditakuti semua kiper dan pemain belakang. Tapi cedera lutut memaksanya mengubah gaya bermain.
Sebelum menjadi bintang Piala Dunia 2002, Ronaldo didera cedera selama hampir dua tahun. Itulah titik balik penampilannya di lapangan hijau. Ronaldo versi pasca2002 menjadi pencetak gol yang hebat, saja, penyarang bola jala gawang lawan, saja, tapi Ronaldo versi 1990-an adalah Ronaldo yang hebat dalam segala hal.
Cedera lutut yang dideritanya pada April 2000, ketika membela Inter Milan, merampas seperangkat daya ledak yang memungkinkannya menjadi pesepakbola terbaik sepanjang masa; perpaduan sempurna antara kecepatan, kekuatan, dan kemampuan olah bola. Bukan pencapaiannya memecahkan rekor gol di Piala Dunia yang membuatnya akan selalu dikenang, melainkan apa yang ditorehkannya ketika ia beranjak dewasa.
Ketika pertama kali mendapat cedera yang mengancam kariernya pada tahun 1999, usianya masih 23 tahun dan ia telah membukukan lebih dari 200 gol bersama Cruzeiro, PSV Eindhoven, Barcelona, Inter Milan dan Brazil. Satu musimnya di Barcelona dengan segera menjadi semacam cerita rakyat: ia mencetak 47 gol dari 49 pertandingan, di mana sebagian besarnya merupakan gol solo.
Angka itu kini memang terdengar nisbi biasa saja karena standarnya telah dinaikkan oleh Messi dan Ronaldo yang lain, tapi pada saat itu belum ada presedennya. Secara kuantitas, kita tidak bisa menilainya dengan standar 2016, tapi 1996. Secara kualitas, sepak bola pada masa itu mungkin tampak lambat dan canggung, namun kecepatan Ronaldo tetap mengagumkan bahkan di mata penonton kontemporer. Kalau kurang percaya, Anda bisa pelototi video YouTube satu musimnya bersama Barcelona.
Cuplikan pertandingan boleh jadi menipu, maka perlulah kiranya menonton ulang satu pertandingan penuh. Laga semi final Piala Dunia 1998 antara Brasil melawan Belanda bisa menegaskan betapa mengancam da mematikanya Ronaldo dan bagaimana ia begitu s**a-ria dengan bola di kakinya. Lihatlah bahasa tubuh para bek Belanda, dengar nada suara komentator ITV Brian Moore atau kebisingan stadion ketika ia menyentuh bola.
"Ronaldo bisa mulai membawa dari garis tengah dan seluruh stadion akan bergairah," kata Sir Bobby Robson, pelatihnya di Barcelona. "Dan gemanya akan melintasi tribun."
Itu karena Ronaldo bermain seperti pemain sayap—tapi ia melakukannya di tengah lapangan, membuatnya jauh lebih berbahaya.
Solo run 46 meternya di perpanjangan waktu semi final Piala Dunia 1998, ketika ia mengecoh Frank de Boer dan Jaap Stam, sebelum Frank melakukan tekel keras untuk menghentikannya, adalah salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah Piala Dunia modern.

Ada banyak pemain depan sebelumnya yang berlari ke sana ke mari dengan bola, Dixie Dean, Eusebio, Preben Elkjaer, dan George Weah, tetapi tidak ada yang melakukannya semenggairahkan dan semenghacurkan Ronaldo. Ia tidak hanya meloloskan diri antara garis pertahanan dan lini tengah, ia bahkan menerobos di antara dua bek, dengan atau tanpa bola. Ia tidak hanya meloloskan bola di lubang jarum; ia membawa dirinya melewati lubang jarum. Ini bisa dilihat dari trigolnya yang terkenal ke gawang Valencia pada tahun 1996, dua gol tercipta melalui celah sangat kecil antara dua bek.
"Dia bukan manusia," kata mantan striker Real Madrid, Jorge Valdano. "Dia kawanan binatang."
Kecintaannya mendribel bola ditunjukkan Ronaldo dengan hobinya mengecoh bahkan hingga kiper yang seakan-akan dianggapnya bek terakhir. Ia s**a sekali membodohi penjaga gawang, pada final Piala UEFA 1998, hanya menggunakan tipuan gerak pinggul, tanpa menyentuh bola, seperti sulap, sekian detik kemudian, kiper Lazio Luca Marchegiani telah berada di belakangnya.
Ia lebih cepat dengan bola daripada kebanyakan orang lari tanpa bola. "Ketika Ronaldo menguasai bola, ia bisa berlari 2.000 mil per jam," kata Zinedine Zidane.
Di masa jayanya, di puncak kebugarannya, ketika kakinya tak terbendung, meski sebelas pemain lawan mengerubunginya seorang diri dan semuanya dibolehkan menggunakan tangan sekalipun, rasanya ia tetap akan mencetak gol. "Aku belum pernah melihat seorang pemain yang mampu melakukan kontrol sepresisi itu dalam kecepatan tinggi," kata Marcel Desailly. "Melihatnya bermain seperti menonton karakter dalam video game."
Dalam banyak hal, Ronaldo adalah pesepakbola PlayStation pertama. Stepover -nya adalah suatu bentuk hipnosis, dan trik khasnya, Elastico, gerakan menipu lawan dengan mengarahkan bola ke arah dalam badan lalu seketika membuangnya ke arah luar, bisa dipastikan berasal dari layar komputer.
Duel paling terkenalnya adalah ketika menghadapi Alessandro Nesta pada final Piala UEFA 1998. Laga ini begitu ditunggu-tunggu karena mempertemukan penyerang terbaik dan bek terbaik. Dan Ronaldo menghancurkan lawannya.
"Itu pengalaman terburuk dalam karier saya," kata Nesta. Nesta lalu menyaksikan video pertandingan itu berulang-ulang, berusaha mencari tahu apa saja kesalahannya, sampai akhirnya dia menemukan momen eurekanya: memang tidak ada yang bisa dilakukan, "Ronaldo," katanya, "sesederhana tak bisa dihentikan."
Semua keajaiban itu dilakukannya di usia yang masih sangat belia. Penampilan terbaik seorang pesepakbola dalam 30 tahun terakhir, mungkin p**a sepanjang masa. Messi dan Ronaldo-yang-itu pada masa remajanya memang brilian, tapi tidak ada yang seberpengaruh Ronaldo di usia yang sama. Hanya Pelé, Diego Maradona, dan George Best yang bisa dibandingkan dengannya.
Pada tahun 1997, ketika usianya baru 21 tahun, ia telah menjadi pemenang Ballon d'Or paling muda, rekor yang masih dipegangnya. Ia juga dua kali menjadi pemain termahal di dunia, sebelum ulang tahunnya yang ke-21—sampai sekarang belum ada pemain lebih muda yang memecahkan rekor transfer dunia.
Tentu tidak semua orang setuju Ronaldo yang ini jauh lebih hebat daripada Ronaldo-yang-itu. Sir Alex Ferguson mantan pelatih Manchester United, misalnya. "Jika saya harus membandingkan Ronaldo dengan Ronaldo yang gemuk, yang tua, Cristiano lebih baik," kata Alex pada 2013.
Tapi adilkah perbandingan itu?
Benar kata Alex, Ronaldo yang asli sekarang sudah tua dan kelebihan lemak. Tapi siapa yang bisa menyangkal kedigdayaan masa mudanya? Siapa p**a yang berani menjamin Ronaldo KW tidak gembrot di masa tuanya nanti?
Selamat ulang tahun ke-40, Ronaldo. Semua orang yang menua berhak menjadi gemuk dan menikmati hidup.
(tirto.id - arl/nqm)

12/08/2017

YANG GEMBIRA DAN JENAKA DARI SEPAKBOLA BRASIL
Ketikkan nama Ary Barroso di Google dan kita akan disuguhkan profil komposer legendaris Brasil dengan foto-foto yang berkesan rapi dan kalem. Orang ini hidupnya kelihatan serius. Dari sini kita tak bisa membayangkan sisi lain yang penuh warna ketika lelaki ini menjadi penggemar sepakbola dan radialista , sebutan penyiar radio di Brasil, di era 1940-an sampai 1950-an .
Barroso adalah penggemar fanatik klub Flamengo. Ia pernah diundang ke Hollywood dan ditawari pekerjaan hebat, direktur musik di rumah produksi Walt Disney. Posisi tersebut boleh dibilang sebagai puncak karier komposer dalam dunia hiburan. Namun ia menolak dengan alasan, “di sini (Hollywood) tidak ada Flamengo”.
Sebagai radialista Barroso bersemangat, tak terduga dan tak pernah menyembunyikan dukungannya kepada Flamengo. Tapi karena itulah ia begitu digandrungi, sampai-sampai para pendengar hafal setiap kode ucapannya. Kalau gawang Flamengo sedang terancam, alih-alih menceritakan jalannya laga ia malah bilang,” aku tak mau lihat”. Kalau Barroso membunyikan “pret” dengan meniup keras kedua bibirnya yang terkatup, pemirsa tahu Flamengo kebobolan. Lain waktu bunyi “pret” berulang cepat dan bersemangat, artinya Flamengo mencetak gol.
Seperti diceritakan Alex Bellos di Futebol: The Brazilian Way of Life, sekali waktu di tengah penggambaran jalannya laga, siaran mendadak sunyi lantaran Barroso meninggalkan mikrofon untuk berlari ke lapangan dan ikut merayakan gol Flamengo.
Barroso hanya satu dari beberapa radialista kondang yang punya ciri khas masing-masing. Nama lain di antaranya Raul Longas yang nafas panjangnya tak tertandingi saat meneriakkan “goooool!”. Usut punya usut, ternyata ada alasan personal di balik ciri khas tersebut. Longas yang bertubuh pendek kerap kesulitan mengenali langsung pencetak gol di lapangan. Karenanya ia mesti berteriak selama mungkin agar asistennya punya waktu menulis nama pencetak gol di sehelai kertas.
Longas sendiri meminjam trik ini. Dari radialista kondang lain yang bernama Rebelo Junior, yang dipercaya sebagai biang kerok teriakan gol yang panjang dan penuh dedikasi. Junior mengubah bunyi “gol” yang sederhana, menjadi perlambang atas gairah dan kegembiraan yang tumpah-ruah di sepakbola.
Orang Inggris menganggap sepakbola sebagai gaya hidup. Bagi orang Italia sepakbola seperti agama. Sementara di Brasil, sepakbola adalah metafora bagi kehidupan. Untuk menjelaskan hal ini, antropolog Brasil Roberto DeMatta mengajukan konsep jeitinho yang berarti “jalan kecil”, yakni meditasi personal untuk mencari jalan mengelakkan diri dari hukum atau konvensi sosial. Mengelak bukan dengan konfrontasi yang frontal, tapi lewat improvisasi dan kelenturan sikap untuk mengendalikan situasi.
Dalam konteks Brasil, hukum dan konvensi sosial kerap didesain untuk melindungi kelompok kolonialis serta minoritas elite yang kaya dan berkuasa, bahkan pascapenghapusan hukum perbudakan tahun 1888. Mengatasi situasi mengimpit tersebut rakyat menempuh berbagai siasat halus dan licin untuk membalikkan situasi. Kolumnis sepakbola Simon Kuper mencontohkan
capoera , seni beladiri yang disamarkan menjadi tarian, sebagai wujud jeitinho . Dalam sepakbola, semangat jeitinho termanifestasi dalam wujud keterampilan unik, keluwesan, tipuan, ketangkasan, dan berbagai semangat improvisasi.
Seperti dikutip Jonathan Wilson dalam Invetring the Pyramid, pemain Brasil era 1930-an Domingos da Guia menggambarkan keterampilan sepakbolanya sebagai refleksi personal atas kebutuhan perlindungan diri dari lingkungan yang kejam. “Ketika masih bocah aku takut bermain bola karena sering melihat orang kulit hitam dipukuli di lapangan hanya gara-gara kesalahan kecil,” kata Domingos. “Abangku sering bilang, kucing selalu jatuh dengan kaki menjejak. Karena aku mahir menari samba, aku menggunakannya untuk menemukan gaya menggiring bolaku sendiri”. Kemampuan menjaga bola menjadi manifestasi sikap melindungi diri sendiri.
Lewat sepakbola, orang-orang Brasil mengelak dari kenyataan yang mengimpit dan berbalik menjadi tuan atas keadaan di sekeliling.
***
Jeitinho pada hakikatnya adalah ekspresi yang muncul dari meditasi individual. Tapi lewat sepakbola ia dengan cepat menemukan ekspresi khas identitas komunal Brasil dalam bentuk trik-trik yang tak pernah terlihat, bahkan lebih unggul dari kelompok kolonialis dan elite. Karenanya, sepakbola dengan mudah menjadi simbol yang menyatukan pengalaman hidup serta ruang ekspresi kegembiraan masyarakat. Tak heran jika kultur sepakbola dibanjiri berbagai kegilaan dan kejenakaan yang sulit dicari bandingannya di belahan dunia lain.
Di antara bentuk ekspresi jenaka adalah berbagai nama julukan imajinatif dan main-main untuk para pemain, yang sudah muncul sejak awal era Brasil mengenal sepakbola. Tahun 1914 seorang pemain dipanggil Formiga, artinya semut. Nama kapten perebut Piala Dunia 1994, Dunga, diambil dari karakter pandir dalam kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Jangan heran mendengar nama pemain seperti Ferrugem, Astronauta, Portuario dan Ventilador, yang masing-masing berarti karat, astronot, buruh pelabuhan dan kipas ventilasi.
Ciri permainan dan fisik juga bisa jadi sumber nama julukan. Seorang pemain dipanggil Menteiga karena operannya yang mulus dan licin seperti mentega. Nama Nasa disandang pemain yang sundulannya sekeras roket. Telefone adalah nama seorang pemain berberkulit gelap, karena saat itu pesawat telepon pada umumnya berwarna hitam.
Sikap masa bodo tergambar dalam kisah unik yang dialami seseorang yang tiga kali juara dunia sebagai pemain dan satu kali sebagai pelatih. Sejak 1940-an ketika sudah mulai dikenal, ia selalu disebut sebagai Zagalo, Mario Zagalo. Nama yang familiar dan tidak pernah diusik oleh siapa pun, termasuk oleh empunya. Baru pada tahun 1995 ketika seorang wartawan bertanya nama aslinya, dengan santai ia memberi tahu bahwa di akte kelahiran namanya tertulis dengan huruf “l” ganda. Setelah itu barulah beramai-ramai orang meralat namanya menjadi Mario Zagallo.
Kasus yang epik terjadi pada dekade 1990-an. Awalnya tiga pemain bernama Ronaldo dipanggil masuk tim nasional Brazil. Solusinya gampang. Masing-masing dinamai Ronaldao (Ronaldo besar), Ronaldo (Ronaldo normal) dan Ronaldinho (Ronaldo Kecil). Merasa nama-nama tersebut familiar? Sabar dulu.
Pada tahun 1999 seorang Ronaldo lagi masuk tim, menggenapi jumlah Ronaldo menjadi empat. Di tempat lain hal ini bisa bikin pusing, tapi di Brasil soal sepele. Ronaldo yang keempat dipanggil sebagai Ronaldinho Gaucho (Ronaldo kecil dari Rio Grande do sul). Saat Ronaldo pertama tak lagi masuk skuad, Ronaldo naik pangkat menjadi Ronaldao; Ronaldinho menjadi Ronaldo yang kemudian kita kenal sebagai Ronaldo da Lima
The Phenomenon; yang terakhir menjadi Ronaldinho yang hobi nyengir.
Pada akhirnya nama-nama julukan lebih populer, bahkan menggantikan nama lahir para pemain. Yang seolah-olah menggantikan yang otentik.
***
Satu sumbangan penting orang Brasil bagi kultur pendukung sepakbola dunia adalah atmosfer stadion. Ini berakar dari tradisi karnaval rutin, serta sifat masyarakat Brasil yang gampang dibikin gembira oleh sepakbola.
Dalam cuplikan laga-laga sepakbola dunia di sekitar tahun 1930-an, kita masih bisa melihat karakter penonton yang Eropa banget. Santun dan teratur. Mereka merayakan gol dengan berdiri dan bertepuk tangan sembari tersenyum lebar, seperti penonton cerdas-cermat yang hampir lepas kendali.
Orang Brasil membuat atmosfer stadion menjadi penuh gairah. Segala tetabuhan, alat-alat bebunyian, hingga kembang api dan petasan ikut masuk ke dalam stadion. Bendera, spanduk dan berbagai pernik membuat tontonan sepakbola menjadi penuh dengan warna. Pendek kata, orang Brasil memindahkan keriuhan karnaval ke dalam stadion. Kebiasaan ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Yel-yel, baik yang terorganisasi maupun yang spontan, tak henti-hentinya diperdengarkan sepanjang laga. Yel populer “ole ole ole”, ditengarai muncul dari spontanitas para penonton Brasil. “Ole” adalah ucapan yang biasa dibunyikan penonton saat melihat matador mengerjai banteng. Di Brasil, konon bunyi ini mulai merambah sepakbola di era malang melintangnya sang legendaris Garrincha.
Setiap kali Garrincha menyentuh bola, pasti ada pemain lawan yang kena dikerjai sampai terlihat konyol. Penonton mengungkapkan kegembiraannya dengan mengucapkan “ole” pada setiap trik yang dipraktikkan Garrincha. Yel ini kemudian berkembang sampai sedemikian meriah.
Garrincha sendiri adalah pemain yang mewakili segala hal tentang Brasil. Jeitinho yang mewujud dalam kreativitas dan aksi individual yang ajaib dipadu dengan keriangan dan kepolosan. Laga final Piala Dunia 1958 yang mengantar Brasil kali pertama menjadi jawara dunia menyisakan anekdot yang menggambarkan kepolosan Garrincha. Sebelum laga, pemain yang pernah kena folio ini dengan santai bertanya, “Ini kita mau lawan siapa?”. Sehabis laga, ketika seluruh tim dan ofisial tenggelam dalam kegembiraan, Garrincha nyeletuk polos, “Loh, pertandingannya udahan?”
Sepakbola sungguh beruntung jatuh ke pangkuan orang-orang Brasil. Mereka memberikan atmosfer kegembiraan dan kejenakaan yang jujur dan spontan. Kejujuran dan spontanitas inilah yang menyebar seperti wabah ke segala penjuru dunia dan menjadikan sepakbola menjadi permainan orang-orang biasa.
* share from mojok.co

KESUKSESAN ITU BUTUH PROSESDi hari yang terik, seekor gagak yang kehausan melayang-layang di atas sebuah ladang luas sem...
21/03/2016

KESUKSESAN ITU BUTUH PROSES

Di hari yang terik, seekor gagak yang kehausan melayang-layang di atas sebuah ladang luas sembari mencari air.
Sudah terbang sekian lama, ia tak kunjung menemukan sumber air. Rasanya dahaganya sudah tak tertahankan lagi.
Ia merasa sangat lemah, nyaris kehilangan semua harapan. Tiba-tiba, ia melihat sebuah kendi air di bawah pohon. Ia pun langsung terbang ke bawah untuk memeriksa apakah ada air di dalam kendi itu. Ternyata ada! Gagak itu berusaha mendorong paruhnya ke dalam mulut kendi. Sayangnya, ia mendapati leher kendi itu terlalu sempit.
Lalu, ia mencoba memiringkan kendi itu sehingga airnya bisa mengalir keluar, tapi ternyata kendi itu terlalu berat. Sesaat lamanya si gagak berpikir keras. Mata kecilnya diedarkan ke sekitar. Ia melihat ada beberapa kerikil di dekatnya.
Tiba-tiba p**a muncul ide cemerlang di benaknya. Ia mulai menjumputi kerikil itu satu per satu dengan paruhnya, lalu menjatuhkannya ke dalam kendi. Semakin banyak kerikil yang masuk, batas permukaan air dalam kendi itu pun menaik hingga akhirnya si gagak berhasil meminumnya.
Friends, apa yang dilakukan gagak dalam cerita ini juga berlaku dalam hidup kita. Segala pencapaian dan prestasi, besar atau kecil, tak mungkin dapat dicapai tanpa adanya upaya berpikir dan kerja keras. Semua kesuksesan pastinya butuh proses yang tak mudah dan bahkan terkadang tak sebentar. Namun, percayalah segala upaya berpikir, menguras tenaga dan kerja keras membanting tulang itu nantinya akan mengarah pada hasil akhir yang luar biasa yang bahkan tak pernah kita perkirakan sebelumnya.

AYO JANGAN DIAM DITEMPAT, TAPI BERGERAK.........
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!

Hapuskan Alasan yang menghalangi Kita dari Sukses.Sy terlalu TuaSy terlalu MudaSy terlalu MiskinSy tiada PendidikanSy ti...
21/03/2016

Hapuskan Alasan yang menghalangi Kita dari Sukses.

Sy terlalu Tua
Sy terlalu Muda
Sy terlalu Miskin
Sy tiada Pendidikan
Sy tidak punya waktu
Sy tiada Kenalan
Sy tiada Uang
Sy tiada Pengalaman
Dan sebagainya......

Salah satu SASARAN yang kita harus tetapkan adalah menghapuskan ALASAN yang menghalang Kita mencapai potensi Maksimal Kita.

Sukses slalu...
Jangan lupa LIKE dan SHARE ya...

Penyadaran Untuk Para Anak yang masih punya Orang TuaSuatu hari ada teman saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih ter...
21/03/2016

Penyadaran Untuk Para Anak yang masih punya Orang Tua
Suatu hari ada teman saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan Panti Werdha bersama dengan teman temannya.
Hal ini mereka lakukan untuk lebih banyak bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti, sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan tentang kisah hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.
"Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian p**a dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah, usahanya, dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami.
Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.
Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya. Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon.
Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya.
Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi, tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan?
Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi.
Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan. Lalu saya tinggal di rumah anak saya yang lain.
Saya berharap kalau saya akan mendapatkan s**a cita di dalamnya, tapi rupanya tidak.
Yang lebih menyakitkan, semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya, tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka.
Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kes**acitaan pada kami semua.
Tapi apa yang saya dapatkan?
Setelah beberapa lama saya tinggal di sana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.
Sekarang sudah 2 tahun saya di sini, tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kes**aan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat.
Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orang tua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil.
Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka, tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung di sini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya, tapi tetap saya merindukan anak-anak saya...." cerita Opa tersebut.
Sejak itu teman saya selalu menyempatkan diri untuk datang ke sana dan berbicara dengan sang opa.
Lambat laun, tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.
Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian?
Like and share jika anda setuju

DIALOG INSPIRATIF:Anak : "Ayah, Ayah temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang, maksudnya supaya nyam...
21/03/2016

DIALOG INSPIRATIF:
Anak : "Ayah, Ayah temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang, maksudnya supaya nyamuk itu tidak akan menggigit anaknya. Apakah Ayah akan melakukan hal yang sama?"
Ayah: "Tidak, Nak...tetapi ayah akan mengusir nyamuk sepanjang malam supaya tidak menggigit siapapun!"
Anak: "Oya Ayah, aku pernah membaca cerita tentang seorang Ayah yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan sampai kenyang. Apakah Ayah akan melakukan hal yang sama?"
Ayah: "Tidak, Nak.. Ayah akan bekerja sekuat tenaga supaya kita semua bisa makan dengan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan makanan karena merasa tidak tega melihat Ayahmu sedang menahan lapar!"
Sang Anakpun tersenyum bangga mendengar apa yang dikatakan Ayahnya...
Anak: "Kalau begitu, aku boleh selalu menyandarkan diriku kepada Ayah, ya?"
Sambil memeluk sang anak....
Ayah:"Tidak, Nak...Ayah akan mengajarimu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, supaya engkau tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat Ayah harus pergi meninggalkanmu"
Ayah yang bijak bukan hanya berhasil menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi juga berhasil bisa membuat sandaran itu tidak diperlukan...
(Ditulis oleh Prof. Joni Hermana, Alumni TP ITB,baru saja terpilih sbg Rektor ITS). Silakan LIKE dan SHARE ya...

"MEMBATASI DIRI" Semua org Pasti ingin Sukses.. Namun pada kenyataannya, hanya sedikit sekali org yg bisa meraihnya.. Ke...
21/03/2016

"MEMBATASI DIRI"

Semua org Pasti ingin Sukses.. Namun pada kenyataannya, hanya sedikit sekali org yg bisa meraihnya.. Kenapa demikian?? Krn banyak org memiliki cara Pandang yg keliru terhadap dirinya.. Bahkan tdk jarang mereka Membatasi diri dgn Perkataan2 yg seharusnya mereka hindari jika mereka ingin Meraih Sukses.....

Perkataan2 yg Harus kita hindari antara lain :

1. Saya Tdk Bisa : hal ini akan membuat Pintu Pikiran kita tertutup utk mencari jalan keluar dan mencoba sesuatu yg baru.. Sebaliknya dgn berkata "Saya Pasti Bisa!!" Akan membuat Otak kita Otomatis Bekerja dan Berusaha Keras utk Mencari jalan keluar dari masalah2 yg kita hadapi..

2. Tdk Mungkin : hal ini akan menutup Pintu Keajaiban dan membuat kita sulit meraih sesuatu yg Hebat.. Ketahuilah bahwa hampir segala sesuatu yg kita Nikmati hari ini adalah sesuatu yg kita anggap Mustahil dihari kemarin..

3. Saya Sdh Tahu : hal ini akan membuat Pintu Hati kita tertutup utk belajar Hal2 baru.. Saat itu kita merasa sdh "Up to date".. Namun tanpa kita sadari, sebenarnya saat itu kita sdh tertinggal jauh dgn org lain.. Jadi, jgn lah kita menjadi org yg Sombong, milikilah Kerendahan Hati utk mau Belajar dan Menerima Nasehat dr org lain..

Jgn Membatasi diri dgn Sikap2 dan Perkataan2 spt diatas.. Pikirkanlah sesuatu yg Besar dan Mulia yg bisa Membangun Hidup kita.. Percayalah bahwa Tuhan akan Turut Bekerja sehingga kita Pasti Berhasil Meraih semua Tujuan Hidup kita....

"KESUKSESAN ANDA HANYA SEJAUH SIKAP ANDA".. (John C. Maxwell)

Di suatu pemukiman tinggallah sekelompok warga yg berprofesi sebagai pelukis. Salah seorang dari mereka adalah pelukis w...
21/03/2016

Di suatu pemukiman tinggallah sekelompok warga yg berprofesi sebagai pelukis. Salah seorang dari mereka adalah pelukis wanita penderita kanker paru². Dokter menganjurkannya terus menumbuhkan semangat dalam dirinya agar segera sembuh dari penyakitnya. Wanita itu terus menerus memikirkan penyakitnya dan kehilangan keyakinan. Bahkan ia mengatakan bahwa ketika daun² halaman rumahnya gugur, saat itulah dia akan mati. Suatu hari terjadilah badai yg membuat daun² jatuh berguguran.
Seorang tetangganya melukis badai itu dengan indah dan menghadiahkan kepadanya. Wanita itu ter-kagum² dengan lukisannya yg menggambarkan sebuah pohon mempertahankan satu helai daunnya ditengah badai yg menerpa. Saat dia membuka jendela, wanita itu terkejut karena apa yg dilihatnya sama persis dengan apa yg ada di lukisan itu.
Akhirnya ia sadar bahwa sikapnya selama ini keliru. Dia selalu pesimis dengan keadaannya sedangkan pohon dengan satu helai daun itu saja memiliki kekuatan untuk bertahan dan memiliki pengharapan untuk bertahan hidup. Wanita itupun kemudian berjuang melawan penyakitnya. Lambat laun kesehatannya mulai membaik dan dinyatakan sembuh total.
Demikianlah dalam kehidupan kita pun sering memiliki harapan. Namun disaat bersamaan, keinginan dan harapan hilang begitu saja karena pikiran negatif dalam diri kita. Saat itulah semangat kita pun mulai kendor. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus maka kita tidak akan mendapatkan hasil apa². Tapi justru sebaliknya, kita akan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan yg kita inginkan.
Jangan biarkan keraguan, ketakutan, kegalauan dan kekuatiran menghambat langkah kita untuk meraih apa yg kita impikan. Milikilah pengharapan agar kita mampu melihat kesempatan dan masa depan dengan penuh kepastian.

Jika menginginkan kehidupan yg sederhana, maka akan bertemu masalah 2x yg sederhana. Jika menginginkan kehidupan yg terb...
21/03/2016

Jika menginginkan kehidupan yg sederhana, maka akan bertemu masalah 2x yg sederhana.
Jika menginginkan kehidupan yg terbaik, pastilah akan bertemu masalah 2x yg ters**ar.
Dunia ini adil, jika menginginkan yg terbaik, akan mendapatkan ujian yg paling menyakitkan.
Jika dapat melewatinya, itulah pemenang.
Setiap kesuksesan bukanlah semata 2x karena kecerdasan, tetapi tentang bagaimana dengan gembira menghadapi kesulitan 2x & mengatasinya.
Sukses bukan karena nasib tetapi tentang perjuangan, kerja keras, syukur & berani membayar harganya.
Lakukan apa yg kebanyakan orang tidak lakukan agar bisa menikmati apa yg kebanyakan orang tidak nikmati.

~Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas2.Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang dan dibakar.....~Ber...
21/03/2016

~Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas2.
Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang dan dibakar.....
~Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang dimilikinya.
Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yang dimilikinya.
~Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri... yaitu:
"AKTE KEMATIAN" nya sendiri!
~Maka manusia itu ada batasnya yg tak mungkin dia mampu menjangkau.
~Ada 2 hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorg, yaitu: "Masa Mudanya dan Kekuatannya."
~Dan dua hal yang berguna untuk setiap org yaitu : "Hati Yang Mulia dan Hati Yang Mengampuni".
~Dan dua hal p**a yang akan mengangkat derajat seseorg yaitu : "Sikap Rendah Hati dan Berbagi Kasih"
~Belajar punya prinsip hidup yg DIBERKATI dan MEMBERKATI.
Ada tiga fase hidup yang tampak dari kita :
1. Masa puber: anda punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya "UANG".
2. Masa bekerja: anda punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya "WAKTU".
3. Masa tua: anda punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya "KEKUATAN LAGI".
~Manfaatkanlah hidup yang masih ada utk memuliakan Tuhan dan hidup se-baik2nya selagi masih bisa bernafas!
●Anda selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan saya.
●Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan anda jauh lebih baik darinya.
~Hal itu terjadi dikarenakan kita melupakan 1 hal terpenting dalam hidup kita yaitu bersikap "Kurang mensyukuri apa yang sdh kita miliki".
~Jangan terlena hanya urusan2 dunia yang fana, pikirkan hidup yang sehat & berguna utk diri sendiri dan org lain.
Niscaya hidup anda baru bmakna dgn kertas2 yg anda miliki selama berada didunia ini!

Address

Pringsurat
Temanggung
56272

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Raka Habib Sang Supporter posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share